Sabtu, 23 Juli 2011

Jamur Tiram: Budidaya

  Jamur dalam bahasa yunani disebut pleurotus artinya bentuk samping atau posisi menyamping antara tangkai dengan tudung.  Saat ini pengembangan  jamur kayu khusususnya jenis tiram putih di wilayah Provinsi Sumbar mulai mendapat perhatian masyarakat, beberapa masyarakat telah merintis membudidayakan dan mengembangkannya. Dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil kegiatan budidaya jamur kayu sangat positif  karena selain menciptakan lapangan kerja juga menambah penghasilan serta gizi masyarakat. 

Pembudidayaannya selain di lahan luas dapat juga dilaksanankan di sekitar rumah, sehingga tidak membutuhkan modal yang cukup besar. Potensi pengembangan jamur kayu di Provinsi Sumbar sangat besar selain bahan baku serbuk kayu/gergajian yang melimpah juga kondisi iklim sangat mendukung serta pemeliharaannya mudah. Ada beberapa jenis jamur yang dapat dikembangkan antara lain jamur kuping, tiram, lingzhi dan shitake.


B. SYARAT TUMBUH 

Jamur tiram  dapat dibudidayakan di daerah beriklim panas maupun dingin dan untuk jamur tiram kisaran temperatur/ suhunya 15° C - 30° C, sedangkan untuk kelembaban dipertahankan antara 80-90 %, ketinggian tempat 400 – 800 m/dpl dengan pencahayaan 10 % dalam kubung jamur serta kadar air dalam baglog(media jamur)  45-50 %.

    C. TEKNIK BUDIDAYA
Teknik budidaya jamur tiram putih dengan bantuan media dari serbuk kayu/gergajian saat ini paling banyak dilakukan oleh para petani/ pelaku usaha, karena selain lebih praktis, bahan baku murah serta mudah didapat.

Bahan untuk media jamur yang digunakan adalah: serbuk gergaji (al-bazia, durian, jati dll), dedak, kapur, gips, TSP dan bahan lainnya.

Prasarana yang perlu dipersiapkan diantaranya adalah:  kubung/gubug, drum, tungku, sekop, sendok bibit, cincin paralon/bambu, kapas,  karet gelang, kertas koran lampu, spirtus, alkohol 70 %, pinset, polybag dan bibit jamur. 




D. PEMELIHARAAN

pemeliharaan jamur ini sangatlah mudah, yang perlu diperhatikan antara lain:
-     Kelembaban kumbung yang cukup lembab, menjaga kebersihan ruangan dan  Menaburkan kapur pada celah susunan polybag

E. PANEN

Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, untuk jamur tiram putih pada umumnya siap dipetik ketika jamur telah berusia 2-3 hari  sejak tunas dengan cara memotong jamur sampai tercabut akarnya dengan memakai pisau. Setelah jamur dipanen selanjutnya dibersihkan  dan dimasukkan dalam kantong plastik dan siap dipasarkan.
Untuk pemasaran  jenis jamur tiram putih saat ini tidak menjadi masalah karena untuk pasar lokal masih membutuhkan supply cukup besar dan untuk sementara  poduk yang dipasarkan masih dalam bentuk jamur tiram segar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar